Senin, 18 Februari 2008

MENIKAHI PUTERI JIN GUNUNG SEMERU

Penulis : ABDUL MADJID


Dari pernikahan dengan puteri jin Gunung Semeru itu, ia dikaruniai beberapa orang anak. Meski kini mereka hidup di alam terpisah, namun anak-anak itu kerap masih mengunjunginya....

Peristiwa pernikahan antara manusia dan jin masih menjadi kontroversi di kalangan masyarakat. Kontroversi tentang hal itu bukan hanya terjadi pada masyarakat umum, para ulama pun saling beda pendapat. Ada yang berpendapat bahwa pernikahan mahluk dari dua alam berbeda ini tidak mungkin terjadi, tetapi pendapat lain mengatakan hal itu bisa terjadi jika Allah menghendaki. Sebab, "Tidak ada yang mustahil bagi Allah jika Dia telah menghendaki". Begitu dalil yang dikemukakan oleh mereka yang mempercayai fenomena yang cukup asyik diperdebatkan ini.
Peristiwa yang dituturkan dalam tulisan ini adalah sebuah kisah nyata, yang dialami seorang pemuda bernama Achmad Rais Abdillah, pada tahun 1976. Pemuda itu sekarang telah menjadi seorang Kyai sekaligus mengasuh pondok pesantren Tahfidz Al-Quran Mathlaul Huda di Pekon Ambarawa, Pringsewu, Tanggamus.
Bagaimana peristiwa itu terjadi? Berikut kisah mistisnya....
Diceritakan, pada suatu hari di tahun 1976, matahari masih miring 45 derajat di arah Timur, Rais Abdillah masih santai di rumahnya ketika seorang temannya bernama Hatib datang menjemputnya. Hatib mengajaknya memancing ikan di sungai Brego. Sungai ini berada di Alas Purwo, di kaki Gunung Raung, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.
Tempat mancing itu berjarak sekitar 30 km dari rumah orang tua Rais Abdillah, yakni di Desa Kemuning Sari Kidul, Kec. Jenggawah, Kab. Jember, Jawa Timur. Sejak lama kawasan Alas Purwo dipercaya sangat angker, sehingga jarang sekali orang yang berani masuk ke dalamnya.
Hari itu, Rais Abdillah dan Hatib berangkat ke sungai Brego mengendarai sepeda motor. Sesampai di tempat tujuan keduanya memarkir sepeda motor di tepi sungai, lalu keduanya pun memancing ikan.
Karena asyik mancing, tak terasa waktu bergulir hingga tiba saatnya shalat Dzuhur. Hatib masih saja memancing ketika terdengar suara adzan. Sementara itu, Rais Abdillah buru-buru berwudlu untuk segera shalat. Saat mengambil air wudlu inilah tiba-tiba ia mendengar suara perempuan yang menyapanya, "Permisi, Mas! Aku tersesat, apa boleh aku bertanya?"
Mendengar sapaan itu, Rais spontan menoleh ke arah asal suara. Dilihatnya ada seorang wanita cantik duduk di punggung kuda putih. Pakaian wanita itu berupa baju sutera hijau, yang menutup seluruh tubuhnya dari leher hingga mata kaki. Aneh, dari mana datangnya wanita itu? Pikir Rais.
Sesaat mata Rais Abdillah beradu pandang dengan wanita itu. Dengan terheran-heran Rais melangkah mendekati si gadis. Karena merasa aneh ada wanita cantik di tengah Alas Purwo, Rais pun memberanikan diri bertanya, "Adik ini siapa? Kok berani main di hutan sendirian?"
Yang ditanya tersenyum menawan. "Saya tersesat, Mas. Teman-teman sudah pulang semua, saya ditinggal sendirian. Dan, saya tidak tahu jalan pulang. Mas bisa mengantar saya, kan?" kata gadis itu, penuh harap.
Aneh, seperti dihipnotis Rais Abdillah mengiyakan permintaan gadis itu. "Tapi, adik pulangnya kemana?" tanyanya.
"Ke Gunung Semeru, Mas!" jawabnya singkat.
Rais semestinya bingung mendengar jawaban itu. Namun, karena ada kekuatan gaib yang mempengaruhinya, maka dengan entengnya ia menjawab, "Baiklah kalau begitu, saya naik motor dan kamu naik kuda," demikian kata Rais.
"Kita naik kuda saja. Motornya ditinggal di sini," kata gadis misterius itu dengan suara manja.
Rais termenung sesaat. "Ya sudah, saya duduk di depan, kamu di belakang," kata Rais mengalah.
"Masak begitu? Mas yang di belakang, saya di depan," rajuk si gadis dengan suara manja.
Sekali lagi Rais mengalah. Mereka lalu naik ke punggung kuda meninggalkan Alas Purwo menuju Gunung Semeru. Jarak Alas Purwo dengan Gunung Semeru sekitar 200 Km. Sungguh, sebuah jarak yang lumayan jauh.
Anehnya, lari kuda yang mereka tunggangi itu makin lama makin kencang dan perlahan-lahan bahkan mengangkasa. Rais Abdillah dapat menyaksikan dengan jelas pohon-pohon di Alas Purwo yang berada di bawah mereka. Tapi, saat itu mulutnya seakan-akan terkunci untuk bertanya. Bahkan, dia merasa hal itu wajar saja.

Aroma Cinta
Dalam perjalanan itulah, Rais merasakan aroma wangi dari tubuh wanita itu. Ia lalu menyorongkan wajahnya ke muka untuk melihat wajah si gadis yang duduk di depannya. Rais terperangah. Gadis itu ternyata sangat cantik dan berkulit halus mulus. Sebagai pemuda baru kali ini Rais melihat gadis yang kecantikannya luar biasa. Lalu muncul hasratnya untuk memperisteri si gadis.
"Namamu siapa, Dik?" tanya Rais tanpa basa-basi. Sejak pertemuan di pinggir Sungai Brego tadi keduanya belum mengetahui nama masing-masing.
"Maimunah, Mas!" jawabnya. Suara gadis itu terdengar merdu sekali.
"Kamu mau jadi isteri saya?" Rais kembali bertanya. Ia sendiri tidak mengerti mengapa bisa nekad begini.
"Saya mau, asal Abah saya mengizinkan," katanya memberi angin, seraya minta Rais Abdillah menyampaikan hal itu kepada ayahnya sesampai mereka di rumah nanti. Maimunah kemudian menuturkan bahwa dirinya punya limabelas saudara perempuan yang semuanya sangat mirip dengannya.
"Jika Abah mengizinkan Mas menikahi saya, maka Abah akan meminta Mas menunjuk diri saya dengan tepat diantara enambelas gadis (termasuk dirinya) yang semuanya serupa," papar Maimunah. "Kalau Mas bisa menebak dengan tepat, maka saya jamin kita pasti akan dinikahkan," tambahnya.
"Lalu bagaimana saya bisa membedakan Adik dengan saudara-saudaramu?" tanya Rais Abdillah.
"Nanti akan ada tanda. Saat Mas disuruh menebak, akan ada seekor samberlilen (sejenis serangga yang biasa digunakan untuk bahan pembuatan Susuk Kecantikan-Red) hinggap di salah satu bahu kami. Nah, itulah saya," katanya.
Singkat cerita, tibalah mereka di kampung halaman Maimunah, yakni sebuah perkampungan bangsa jin di puncak Gunung Semeru. Kehidupan di sana hampir sama dengan kehidupan manusia. Di sana ada pasar, masjid, kios-kios pedagang, dan orang-orang yang hilir mudik.
Sesampai di rumah, mereka disambut ayah Maimunah. Sang ayah mengaku bernama Haji Abdullah. Rais pun diperkenalkan dengan limabelas saudara perempuan Maimunah. Rais terperangah, karena semuanya sangat mirip dengan Maimunah, gadis yang baru saja bersamanya tadi. Saat itu Rais tidak dapat membedakan mana Maimunah dan mana yang bukan.
Setelah istirahat beberapa saat, Haji Abdullah bertanya padanya tentang minatnya mempersunting Maimunah.
"Iya, saya ingin memperistri Maimunah, puteri Bapak," kata Rais.
"Saya tidak keberatan, asal Ananda bisa menebak dengan tepat yang mana Maimunah di antara limabelas saudara-saudaranya itu," kata Haji Abdullah memberi syarat.
"Baiklah, saya siap," timpal Rais Abdillah.
Maka acara menebak pun dimulai. Haji Abdullah memanggil keenambelas puterinya agar berkumpul. Setelah mereka berkumpul Rais dipersilakan menebak. Rais pun mulai berputar-putar di sekitar keenambelas puteri jin itu. Dia kebingungan menebak, karena tanda-tanda yang disebutkan Maimunah belum tampak.
Namun, tak lama kemudian seekor samberlilen masuk ke ruangan itu, berputar-putar sejenak, lalu hinggap di bahu salah seorang gadis puteri Haji Abdullah. Tanpa menunggu lama-lama Rais langsung menunjuk gadis itu sebagai Maimunah.
"Yang itu!" seru Rais Abdillah, yang langsung disambut dengan pelukan oleh Haji Abdullah.
"Tepat, ternyata Ananda punya pandangan makrifat. Belajar dimana ilmu makrifat itu?" kata Haji Abdullah. Setelah itu tuan rumah pun langsung menggelar acara pernikahan puterinya dengan Rais Abdillah. Acara berlangsung dengan tatacara Islam, namun sangat sederhana.

Pulang ke Kampung
Setelah resmi menjadi menantu Haji Abdullah, Rais diminta mertuanya untuk membantu berdagang. Tugasnya adalah menjaga kios milik mertuanya, yakni sebuah kios yang menyediakan semua kebutuhan dapur. Mulai dari beras, kunyit, jahe, merica dan segala bumbu dapur komplit tersedia.
Perkawinannya dengan puteri jin ini membuahkan tiga orang puteri, yang masing-masing diberi nama Hunainah, Dalilah, dan Fatihah.
Waktu terus berjalan. Tak terasa telah sepuluh tahun berlalu, Rais tiba-tiba rindu pada ibunya di kampung. Dia lalu mengutarakan hal itu pada mertuanya. Sang mertua maklum, dia memberi izin Rais pulang sekalian membawa anak dan isterinya.
Tapi sayang, isterinya tidak bersedia ikut Rais ke kampungnya. Alasannya, dia tidak bisa pisah dengan orang tuanya. Rais diminta memilih, tetap tinggal bersamanya atau ingin pulang tapi mereka harus bercerai.
Karena merasa sudah sangat lama tidak bertemu ibunya, Rais pun memilih berpisah dengan isterinya. Terpaksa ia harus pulang sendiri ke kampung halamannya. Namun, perceraian itu tidak membuat mereka bertengkar. Mereka bercerai secara baik-baik. Bahkan, ketika hendak berangkat Rais dibekali oleh mertuanya sekeranjang kunyit. Ia pun dipinjami kuda putih yang pernah ia tunggangi bersama isterinya, Maemunah. Rais Abdillah kemudian dilepas oleh isteri dan anak-anaknya beserta mertua dan adik-adik ipar yang limabelas orang itu. Suasana haru mengantar kepergian Rais Abdillah.
Sebagaimana ketika berangkatnya dulu, ketika pulang inipun kuda yang dia tunggangi tidak menjejak tanah. Kuda jin ini meluncur di angkasa kira-kira dua kali tinggi pohon kelapa. Dalam perjalanan itu pula ia dapat menyaksikan aktivitas penduduk yang dilewatinya. Ia melihat dengan jelas beberapa tetangganya yang tengah ngobrol di pasar, di jalan, bahkan ada yang sedang mengayuh becak. Ketika berjumpa dengan para tetangganya itu, ia ceritakan apa yang dilihatnya tadi, para tetangganya membenarkan.
Yang membuat heran para tetangganya, tempat mereka beraktivitas antara satu dengan yang lainnya berjauhan, terpisah sampai puluhan kilometer. Dan mereka tahunya Rais Abdillah berada di Alas Purwo. "Kok kamu tahu? Padahal saat itu kamu di Alas Purwo?" tanya seorang tetangganya terheran-heran. Rais hanya tersenyum saja.
Mengenai kunyit pemberian mertuanya tadi, oleh Rais dibuangnya satu persatu di sepanjang perjalanan. Ketika mendekati kampungnya kunyit itu hanya tersisa satu. Yang terakhir ini tidak dibuangnya, karena bentuknya unik, yakni menyerupai sebuah gelang. Karena bentuknya itulah, maka Rais pun memakainya sebagai gelang ditangan kiri.
Kuda yang ditungganginya kemudian turun, lalu menepi di Sungai Brego, Alas Purwo, tempat dimana pertama kali Rais bertemu Maimunah. Setelah itu kuda dari Gunung Semeru itu lenyap. Rais lalu pulang ke rumahnya.
Setiba di rumah Rais langsung menjumpai Ibunya. Sang Ibu menyambutnya dengan peluk cium penuh haru. Namun, Rais tidak menceritakan pengalamannya. Namun yang pasti, ketika tiba di hadapan ibunya Rais baru menyadari bahwa kunyit yang tadi dipakainya di tangan ternyata adalah emas. Ia lalu membawa emas itu ke toko emas untuk diperiksa. Hasilnya sangat mengejutkan, emas itu kadarnya 24 karat dengan berat hampir satu kilogram.
Sampai sekarang, anak-anak saya yang dari bangsa jin itu sering mengunjungi saya. Bahkan ada yang sudah menikah," cerita Rais yang kini sudah berusia di atas kepala lima dan menjadi pimpinan sebuah pondok pesantren. Ia menyebut pengalaman ini merupakan sebuah keajaiban Allah SWT yang diberikan kepada dirinya sebagai sebuah karunia yang sangat besar.

22 komentar:

wahyu_nakmama mengatakan...

saya putra banyuwangi,...setahu saya alas Purwo bukan di lereng gunung RAung tapi di pesisir selatan dekat pantai plengkung,...kl bikin cerita jangan terlalu ngarang yaaa,..menyesatkan itu namanya

Anonim mengatakan...

kasihhannn deh ketahuan bohongnya, ha ha ha

http://foto-sarah-azhari-bugil.blogspot.com mengatakan...

foto sarah azhari bugil dan koleksi foto dan video bugil lainnya...

http://foto-sarah-azhari-bugil.blogspot.com/

http://foto-sarah-azhari-bugil.blogspot.com/

http://koleksi-foto-bugil-hot.blogspot.com/

http://koleksi-foto-bugil-hot.blogspot.com/

http://foto-sarah-azhari-bugil.blogspot.com/

http://koleksi-video-bugil-hot.blogspot.com/

http://koleksi-video-bugil-hot.blogspot.com/

http://foto-sarah-azhari-bugil.blogspot.com/

http://koleksi-foto-bugil-hot.blogspot.com/

http://koleksi-foto-bugil-hot.blogspot.com/

http://foto-sarah-azhari-bugil.blogspot.com/

http://koleksi-video-bugil-hot.blogspot.com/

http://koleksi-video-bugil-hot.blogspot.com/

http://foto-sarah-azhari-bugil.blogspot.com/

http://koleksi-foto-bugil-hot.blogspot.com/

http://koleksi-foto-bugil-hot.blogspot.com/

http://foto-sarah-azhari-bugil.blogspot.com/

http://koleksi-video-bugil-hot.blogspot.com/

http://koleksi-video-bugil-hot.blogspot.com/

http://foto-sarah-azhari-bugil.blogspot.com/

http://koleksi-foto-bugil-hot.blogspot.com/

http://koleksi-foto-bugil-hot.blogspot.com/

http://video-sarah-azhari-bugil.blogspot.com/

http://video-sarah-azhari-bugil.blogspot.com/

Anonim mengatakan...

Ya benar, jangan terlalu ngarang2,sy tau gaib di semeru tidak ada penghuninya yg bernama spt yg anda sebut.

Anonim mengatakan...

sepertinya memang cerita yang mengada2. tapi terimakasih, ini cukup menginspirasi.

Anonim mengatakan...

1 bulan di alam gaib aja 300 tahun di alam nyata....apa lagi kalo sampai 10thun berapa abad tuh....yang anehnya ibunya masih hidup....padahal sdah ber abad2 di tinggalkannya...ngarang cerita pahami dulu alam nyata dengan alam sebelah

Anonim mengatakan...

cari aja di google, kalo KH. Ahmad Rais Abdillah itu memang ada..

dan yg komen diatas, gak kebalik tuh? yg bener 1 bulan di alam nyata, itu udah 300 tahun alam gaib..

koleksi benda bertuah mengatakan...

wah menarik sekali cerita nya..salam kenal mas...,

Anonim mengatakan...

Mas mas,,, kok tadi bisa denger suara adzan dhuhur,,, katany dtengah alas purwo:-D:-D,,, kaloo mau bo'ong yg teliti donkkk

Berita Nasional mengatakan...

Untuk Saudara-saudara yang tidak percaya kisah ini, perkenalkan Saya Abdul Madjid, penulis cerita. Kisah ini saya tulis berdasarkan cerita saya dengan Abah Rais Abdillah secara langsung di Ponpes Tahfidzul Quran Mathlaul Huda, Pringsesu, Lampung. Kalau pun ada data yang salah itu murni kesalahan saya, karena saya tidak mengerti wilayah di Jawa Timur, Saya orang asli sumatera. Memang ada yang dikoreksi oleh Abah Rais ttg kisah yang saya tulis seperi kritikan saudara-saudara. Ini bukan kisah bohong dan ngarang2 Allah yang menjadi saksi.
Saya memaafkan saudara yagn menghujat saya membuat cerita bohong, semoga Allah mengampuni dosa saudara2.

Anonim mengatakan...

wkwwkwkwk...rumah saya deket Alas Purwo...Dsn.Pondokasem,Kec Tegaldlimo...
Alas Purwonya di cerita ini kok pindah tempat sih???wkwkwkwkw...
ckckckck..makanya om..klo ngibul yang smart dkit...klopun itu dari cerita org lain, jgn bego, jgn mudah prcya...

Blogger kok bego...wuuuuu...cupu...

Shalahuddin mengatakan...

mana mungkin pernikahan antara Jin [api] dan Manusia [tanah] bisa melahirkan keturunana ?

kubutaman mengatakan...

bagus ceritanya..

Anonim mengatakan...

JANGAN MENGUJAT ORANG SEPERTI ITU AMBIL HIKMAH POSITIFNYA AJA , ALLAHUALAM...

Ikha Susanty mengatakan...

Allah hualam hanya allah yg tau benar tidak nya

ryan diningrat mengatakan...

weh sejak kpn alas purwoku menjadi terlalu mistik kyk gini. q dr pp alfalah kh tantowi. sejak kecil kluyuranq d alas purwo. cm ru 6th ini q tinggal d raja basa lampung. mas kl cerita jng mengada ada dong. tu skrng tmpat wisata tar jd mati wisata di tmaptq

Abdul Kholiq mengatakan...

wagini misteri alas purwo

http://mranggendemak.blogspot.com/2013/05/wagini-anak-genderuwo-yang-lahir-di.html

Budi mengatakan...

Ya, apa memang bisa manusia kawin dengan jin?Maaf kalau pertanyaan saya, yang kurang ilmu ini. Trims

Emely Wong mengatakan...

Banyak boongnya itu mana ada cerita itu

Emely Wong mengatakan...

Mas ambarawanya mana q jg org pring sewn kok g prnah dengar ada cerita kayak gitu pengen liat kayak apa si kok bisa nikah ama jin

Emely Wong mengatakan...

Seperti apa si wajah anak istri om ... Jadi pengen tau ... Kok bisa used menikah sama jin ... Wahhh hebat dong bisa terbanglah .... Naik kuda

Anonim mengatakan...

Ini cerita bohong apa nyata, sperti mengada ngada, sya sndri ragu utk mempercayainya...